top of page

Benda-benda di Sekitar Kita | Tema 9 Kelas 5 SD Semester 2

  • Writer: Dita Nadya Ardiyani
    Dita Nadya Ardiyani
  • Jun 9, 2020
  • 5 min read

Jika ingin mempelajari bahasan tematik di Kelas 5 SD Semester 2 secara lebih komprehensif, baca dulu rangkuman berikut ini, yuk!


 

A. Bahasa Indonesia


A.1. Iklan


Iklan: teks yang berfungsi mengenalkan suatu produk kepada masyarakat agar masyarakat mau

membeli dan menggunakan produk tersebut


Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun Iklan:

  1. Isi iklan bersifat singkat, jelas, objektif, jujur, menarik perhatian, dan tidak menyinggung

  2. Bahasanya mudah dipahami, mudah diingat, berkonotasi positif, membuat penasaran

Jenis Iklan Berdasarkan Media:

  1. Iklan Cetak: dimuat di media cetak seperti koran, majalah, brosur

  2. Iklan Elektronik: dimuat di media elektronik seperti radio (hanya suara) dan televisi (suara, gambar, dan tulisan)

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membuat Iklan Berdasarkan Media:

  1. Iklan Cetak: menggunakan kalimat dan gambar yang menarik

  2. Iklan Elektronik: menggunakan ,suara, pemeran iklan, dan efek pendukung yang menarik

A.2. Wawancara


Laporan Hasil Wawancara: berisi pemaparan hasil wawancara sebagai bentuk

pertanggungjawaban


Struktur Laporan Hasil Wawancara:

I. Pendahuluan

  • Latar Belakang: alasan wawancara dilakukan

  • Tujuan: poin yang ingin dicapai dari wawancara

  • Topik: bahasan wawancara

  • Waktu dan Tempat: pemberitahuan latar waktu dan tempat wawancara dilakukan

II. Hasil Wawancara

  • Narasumber: orang yang diwawancara

  • Pewawancara: para penanya, pencatat, pelaku dokumentasi wawancara

  • Transkrip Hasil Wawancara: pertanyaan dan jawaban antara pewawancara dan Narasumber

III. Penutup

  • Simpulan: kesimpulan dari kegiatan dan transkrip wawancara

  • Saran: saran dari pewawancara maupun narasumber terkait topik yang dibahas

A.3. Membaca Intensif, Kalimat Majemuk, dan Kalimat Berimbuhan


Membaca Intensif: kegiatan membaca yang dilakukan secara cermat dan teliti dalam upaya mencari informasi detail untuk menentukan pokok persoalan dari topik yang

dibahas


Kalimat Majemuk: kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang digabungkan menjadi satu

kalimat menggunakan kata penghubung


Kalimat Majemuk Setara: kalimat majemuk yang terdiri atas gabungan dua atau lebih klausa yang kedudukannya sederajat


Kata Penghubung yang Kedudukannya Sederajat/Setara:

  1. Menggabungkan biasa: dan, dengan, serta

  2. Menggabungkan memilih: atau

  3. Menggabungkan mempertentangkan: tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya

  4. Menggabungkan membetulkan: melainkan, hanya

  5. Menggabungkan menegaskan: bahkan, malah, lagipula, apalagi, jangankan

  6. Menggabungkan membatasi: kecuali, hanya

  7. Menggabungkan mengurutkan: lalu, kemudian, selanjutnya

  8. Menggabungkan menyamakan: yaitu, yakni, bahwa, adalah, ialah

  9. Menggabungkan menyimpulkan: jadi, karena itu, oleh sebab itu

Contoh Kalimat Majemuk Setara:

Ina bermain boneka, sedangkan Ani tidur di kamar.


Imbuhan: sisipan di awal, tengah, maupun akhir kalimat untuk menambahkan arti kata


Kata Berimbuhan: kata dasar yang mendapatkan imbuhan berupa awalan, sisipan, akhiran, atau awalan-akhiran


Perubahan Imbuhan ber-

  1. Jika kata dasar diawali huruf r atau mengandung suku kata er, maka menjadi be-. Contoh: ber + kerja = bekerja

  2. Jika kata dasarnya ajar, ber- berubah menjadi bel-. Contoh: ber + ajar = belajar

Makna Imbuhan ber-:

  1. Menyatakan kepunyaan: beranak, berotot, berbuah

  2. Menyatakan penggunaan: bersepeda, bermotor

  3. Menyatakan kegiatan: bertelur, berkarya, bekerja

  4. Menyatakan jumlah: berdua, bertiga, berlima

  5. Menyatakan suasana hati: bersedih, berbahagia, bergembira

Imbuhan ter-: membentuk kata kerja pasif


Makna Imbuhan ter-:

  1. Menyatakan sifat: terpandai, terbaik, tercantik

  2. Menyatakan ketidaksengajaan: terbawa, tertinggal, terinjak

  3. Menyatakan keadaan telah: tertutup, terbuka, terkunci

  4. Menyatakan kegiatan tiba-tiba: tertawa, terjatuh, terdiam

B. IPS


B.1. Iklim dan Cuaca


Iklim: keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah yang luas dan ditentukan berdasarkan perhitungan dlam waktu lama, berkaitan erat dengan letak garis lintang dan ketinggiannya di muka bumi


Jenis Iklim Berdasarkan Letak Garis Lintang dan Ketinggiannya:

  1. Iklim Matahari

  2. Iklim Fisis

Jenis Iklim yang Banyak Mempengaruhi Wilayah Indonesia:

  1. Iklim Tropis

  2. Iklim Musim

  3. Iklim Laut

Cuaca: keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dalam jangka waktu singkat, terbentuk dari gabungan suhu udara, tekanan udara, kelembapan udara, curah hujan, dan awan


Meteorologi: ilmu yang mempelajari cuaca


Lembaga yang Menyusun Prakiraan Cuaca:

  1. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

  2. Kementerian Perhubungan

Pengaruh yang Ditimbulkan oleh Perbedaan Cuaca dan Iklim:

  1. Jenis Pakaian

  2. Bentuk Rumah

  3. Mata Pencaharian

Keunggulan Iklim Muson Tropis:

  1. Curah hujan tidak terlalu besar

  2. Kondisi suhu normal

  3. Adanya musim hujan dan kemarau sehingga dapat melakukan aktivitas ekonomi sepanjang tahun

Pemanfaatan Cuaca dan Iklim pada Mata Pencaharian Masyarakat:

  1. Pergantian musim dan faktor iklim: mengatur pola tanam dan menentukan kecocokan jenis tanaman yang akan dibudidayakan di suatu tempat

  2. Pola angin dan musim: menentukan waktu yang tepat untuk mencari ikan di laut

B.2. Kegiatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat


Cara Kerja Terbaik untuk Meningkatkan Kesejahteraan:

  1. Petani: merencanakan sistem tanam sesuai musim dan merawat tanaman dengan baik

  2. Pedagang: menerapkan strategi pemasaran agar keuntungan semakin banyak

B.3. Kondisi Geografis dan Perekonomian Indonesia


Letak Geografis Indonesia:

  1. Antara Samudra Pasifik dan Hindia, antara Benua Asia dan Australia

  2. Memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan garis pantai lebih dari 99.000 km

  3. 2/3 wilayah Indonesia adalah perairan (laut)

Keuntungan Indonesia Akibat Letak Geografis:

  1. Hanya memiliki dua musim, hujan dan kemarau

  2. Dijadikan sebagai persimpangan lalu lintas internasional, baik di udara maupun di laut

  3. Kekayaan budaya Indonesia yang beragam dan khas sebagai hasil proses asimilasi budaya

  4. Kekayaan hasil laut yang melimpah sehingga banyak rakyat berprofesi sebagai nelayan

  5. Kekayaan hasil tani dan kebun yang melimpah sehingga banyak rakyat menjadi petani

  6. Kekayaan flora dan fauna yang menguntungkan para peternak

Pengaruh Kondisi Geografis Indonesia terhadap Kondisi Komunikasi Masyarakat:

  1. Komunikasi antarmasyarakat semakin mudah

  2. Terciptanya beragam alat komunikasi

  3. Dapat mengenal bahasa-bahasa di negara lain

Pengaruh Kondisi Geografis Indonesia terhadap Kondisi Transportasi Masyarakat:

  1. Biaya transportasi akan lebih murah

  2. Jalur perdagangan akan ramai

  3. Mudah menjangkau belahan bumi

C. PPKN


Sikap Jujur: sikap terpuji yaitu menyatakan sesuatu dengan sesungguhnya


Manfaat Bersikap Jujur:

  1. Penerapan nilai persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat

  2. Sebagai cerminan kepribadian seseorang

  3. Sebagai cerminan kepribadian suatu bangsa

  4. Menciptakan kerukunan antarmasyarakat

Manfaat Menerapkan Persatuan dan Kesatuan di Lingkungan Sekitar:

  1. Tercipta kerukunan hidup di masyarakat

  2. Menciptakan hidup gotong royong di lingkungan sekitar

  3. Memupuk tali silaturahmi dan persaudaraan

  4. Saling menghormati antartetangga

Permasalahan Sosial: kondisi yang muncul dari keadaan masyarakat yang tidak ideal


Dampak Permasalahan Sosial: memecah persatuan dan kesatuan bangsa


D. SBdP


D.1. Topeng


Topeng: karya seni rupa berupa tiruan wajah dengan ekspresi dan warna tertentu yang umumnya digunakan sebagai properti tari


Teknik Pembuatan Topeng Berdasarkan Bahan:

  1. Kayu: dipahat atau diukir

  2. Gips: dicetak

  3. Tanah Liat: dibentuk

  4. Kertas: dicetak atau gunting-tempel

Media Pembuatan Topeng:

  1. Kayu

  2. Tanah Liat

  3. Bubur Kertas

  4. Kertas Karton

D.2. Batik


Seni Batik: teknik menggambar dan mewarnai kain dengan motif tertentu


Teknik-teknik Pembuatan Batik:

  1. Canting Tulis: menggunakan canting dan cairan malam, ditorehkan satu-persatu menggunakan tangan

  2. Cap: menggunakan canting cap yang dicelupkan ke cairan malam dan dicap ke atas kain

  3. Cetak (printing): membuat pola menggunakan komputer yang dicetak ke atas kain dan hanya diwarnai satu sisi saja

  4. Celup Ikat: mengikat sebagian kain dan dicelupkan ke larutan pewarna

D.3. Wayang


Wayang: karya seni rupa berupa tokoh/karakter yang bisa digerakkan dan membentuk bayangan untuk menghidupkan suatu cerita/sandiwara


Jenis Wayang:

  1. Wayang Beber: lembaran gambar panjang yang dijelaskan oleh dalang, menggunakan kisah Mahabharata, Ramayana, dan cerita rakyat

  2. Wayang Kulit: berbentuk pipih, terbuat dari kulit kerbau/kambing, dan lengan-kakinya bisa digerakkan

  3. Wayang Klitik: berbentuk pipih, terbuat dari kayu, menimbulkan bunyi saat wayang digerakkan

  4. Wayang Golek: berbentuk 3 dimensi dan terbuat dari kayu

  5. Wayang Wong: drama tari yang menggunakan manusia untuk memerankan tokoh cerita

Teknik Pembuatan Wayang Kulit:

  1. Tatah Sungging: membentuk karakter wayang kulitnya

  2. Pulasan: mewarnai wayang kulit

Teknik Pembuatan Wayang Golek:

  1. Membuat bakalan (bakal kepala wayang)

  2. Mengukir dengan pisau raut khusus

  3. Menjemur kayu dengan teknik unun (diasap di atas dapur tradisional Sunda)

  4. Membuat pola ukir gaya Salacauan atau Padalarangan Cimareme

E. IPA


Materi: segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang


Zat Tunggal (Zat Murni): zat yang memiliki komposisi konstan (homogen) dan memiliki sifat yang sama di seluruh bagiannya, serta tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat

yang lebih sederhana.


Contoh Zat Tunggal: air murni, emas 24 karat, gula murni, oksigen


Campuran: materi yang mengantung dua macam atau lebih zat penyusun sehingga dapat

memiliki sifat berbeda, tergantung pada komposisi komponen penyusunnya.


Contoh Campuran: air laut, udara, tanah, teh manis


Jenis Campuran:

  1. Campuran Homogen: jenis campuran yang terlihat seragam pada setiap bagian

  2. Campuran Heterogen: jenis campuran yang tidak seragam pada setiap bagian

Metode Pemisahan Campuran:

  1. Penguapan

  2. Kristalisasi

  3. Kristalisasi Bertingkat

  4. Distilasi

  5. Filtrasi

  6. Dekantasi

  7. Sublimasi

 

Rangkuman ini dibuat dengan mengacu kepada Modul Tematik SD terbitan CV. Bina Pustaka, Depok.

Comments


bottom of page