Lingkungan Sahabat Kita | Tema 8 Kelas 5 SD Semester 2
- Dita Nadya Ardiyani
- Apr 1, 2020
- 5 min read
Updated: Jun 9, 2020
Pelajari tema lain kelas 5 SD Semester 2 di sini:
A. Bahasa Indonesia
Cerita Fiksi: teks narasi yang dibuat berdasarkan imajinasi pengarangnya
Cerita Nonfiksi: teks narasi yang dibuat berdasarkan fakta dan menyuguhkan data-data pendukung
Unsur-unsur Cerita Fiksi:
Tema: pokok bahasan utama yang disampaikan dalam cerita
Alur: urutan kejadian yang disampaikan dalam cerita, dapat berupa alur maju (mengarah ke masa depan), alur mundur (kembali ke masa lalu), alur campuran (gabungan alur maju dan mundur)
Latar: pensuasanaan dalam cerita dan disampaikan berupa deskripsi keadaan, dapat berupa latar waktu (waktu kejadian) dan latar tempat (tempat kejadian)
Tokoh: peran yang bermain dalam cerita, terdiri atas tokoh utama (mendominasi cerita) dan tokoh pendukung (mewarnai dan menghidupkan cerita)
Watak: karakter/sifat yang dimiliki tokoh dalam cerita, membedakan antara tokoh satu dan lainnya
B. IPS
Kegiatan Ekonomi: kegiatan manusia untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan, umumnya memanfaatkan kondisi wilayah, tingkat pendidikan, dan bakat pribadi.
Jenis Kegiatan Ekonomi Berdasarkan Tujuannya:
Kegiatan Produksi: menghasilkan atau menambah nilai guna barang/jasa
Kegiatan Distribusi: menyalurkan barang/jasa hasil produksi agar sampai ke tangan konsumen
Kegiatan Konsumsi: menggunakan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan
Jenis Kegiatan Ekonomi di Indonesia Berdasarkan Objeknya:
1. Kegiatan Ekonomi Agraris: memanfaatkan keadaan dan sumber daya alam
Pertanian: fokus pada kegiatan produksi dengan tanah sebagai faktor utama untuk menghasilkan bahan pangan
Peternakan: usaha memelihara hewan yang diambil manfaatnya, antara lain peternakan hewan besar (sapi, kuda), peternakan hewan kecil (kambing, kelinci), dan peternakan unggas (ayam, bebek)
Perkebunan: pengelolaan kebun untuk menghasilkan bahan pangan jadi/setengah jadi di dataran tinggi (teh, kopi) dan dataran rendah (kelapa, tembakau)
Pengelolaan Hutan: penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pemasaran hasil hutan seperti kayu, rotan, damar, kemenyan
Perikanan: usaha menangkap/membudidayakan ikan baik dari laut (udang, kepiting) maupun dari sungai dan danau (ikan air tawar). Hasil tangkapan dijual di tempat pelelangan ikan (TPI) dan ada juga yang dikemas dalam bentuk kalengan (sarden)
2. Kegiatan Ekonomi Nonagraris: tidak sepenuhnya memanfaatkan sumber daya alam, umumnya ada di daerah perkotaan
Pertambangan: mengeruk sumber daya alam tak terbarukan untuk diolah kembali, seperti minyak bumi, batu bara, timah, emas, tembaga, nikel
Perindustrian: pengolahan barang mentah menjadi barang setengah jadi/barang jadi yang mempunyai nilai ekonomi dengan memanfaatkan peralatan dan tenaga manusia; seperti industri sepatu, industri garmen
Perdagangan: jual beli barang dari produsen ke konsumen, tingkatannya bisa berbeda tergantung luas jangkauan pemasarannya
Jasa: kegiatan menjual jasa/keterampilan untuk membantu konsumen yang membutuhkan, seperti guru, sopir, dokter
C. PPKN
Keragaman Budaya: terbentuk dari kebiasaan hidup dan ciri khas masing-masing suku, yaitu corak kehidupan yang berbeda dan norma yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.
Kebudayaan Nasional: bersumber dari kebudayaan daerah, lahir sebagai usaha akal budi/pikiran seluruh bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam ras dan suku.
Kegiatan yang Menunjukkan Kebanggaan terhadap Keragaman Sosial Budaya:
Menggunakan produk dalam negeri
Mencintai kebudayaan daerah
Memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia
Mempelajari keragaman sosial budaya yang ada di Indonesia
Keragaman Sosial Budaya di Indonesia:
Keanekaragaman agama
Keanekaragaman etnis atau suku bangsa
Keanekaragaman bahasa daerah
Keanekaragaman kebudayaan
Keanekaragaman kesenian (tarian dan lagu daerah)
Keanekaragaman mata pencaharian
Keragaman Sosial dan Budaya: berpotensi membawa manusia Indonesia dikenal di mata dunia dengan keunikan dan corak warna-warni kebudayaan.
Kesadaran Budaya: kesadaran bahwa perbedaan budaya adalah kekayaan bangsa dengan keunikannya masing-masing sehingga integrasi sosial akan tetap terjaga.
Kebhinnekaan: kekuatan dan kekayaan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi dinamika kehidupan, seperti krisis multidimensional dan krisis ekonomi baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Dampak Positif Kebhinnekaan:
Mempunyai kebudayaan yang lengkap dan bervariasi
Mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan
Menjadi faktor pemersatu bangsa
Dampak Negatif Kebhinnekaan:
Mudah membuat orang yang berbeda pendapat untuk lepas kendali
Mudah tumbuh perasaan kedaerahan yang mengancam persatuan dan kesatuan
Cara Melestarikan dan Menghormati Budaya Bangsa:
Bangga akan kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional
Melestarikan nilai budaya yang sudah ada
Menghormati kebudayaan daerah bangsa Indonesia
Tidak menjelekkan kebudayaan suku bangsa lain
Lebih senang dengan kebudayaan nasional daripada budaya luar negeri
D. SBdP
D.1. Lagu Wajib dan Tangga Nada Minor
Lagu Wajib: lagu yang diwajibkan untuk diajarkan guru kepada murid sebagai bentuk penanaman sikap nasionalisme dan patriotisme, umumnya menggunakan tangga nada diatonis mayor tetapi bisa juga menggunakan tangga nada minor.
Ciri-ciri Lagu Wajib:
Iramanya bersemangat.
Liriknya seputar perjuangan, kepahlawanan, atau kemerdekaan.
Diajarkan sesuai tujuan dan maksud lagu.
Contoh Lagu Wajib:
Maju Tak Gentar – C. Simandjuntak
Indonesia Pusaka – Ismail Marzuki
Garuda Pancasila – Sudharnoto
Tangga Nada: susunan nada yang diatur sesuai interval tertentu.
Tangga Nada Minor: tangga nada dengan interval 1-½-1-1-½-1-1, dimulai dari nada A (la) sampai A’ (la tinggi), bersifat sedih dan kurang bersemangat.
Contoh Lagu Bertangga Nada Minor:
Syukur – H. Mutahar
Terima Kasihku – Sri Widodo
Ambilkan Bulan – A.T. Mahmud
Bubuy Bulan – Benny Korda
Kasih Ibu – S.M. Muchtar
D.2. Tari Kreasi Daerah
Tarian Daerah: hasil cipta karya seni dari suatu budaya yang menjadi ciri khas daerah sekaligus identitas bangsa.
Tari Kreasi Daerah: tarian baru yang memodifikasi tarian tradisional kerakyatan/klasik dari segi gerak, irama, properti, dan rias busananya.
Pola Lantai: pola denah yang digunakan penari dalam ruang tempat menari untuk keperluan pergerakan tari dan memperindah tarian.
Jenis Pola Lantai:
Vertikal: memanjang ke belakang, memberi kesan ketenangan dan keseimbangan
Horizontal: melebar ke samping, memberi kesan istirahat
Diagonal: menyudut ke kanan/kiri (miring), memberi kesan dinamis atau kuat
Melingkar: melengkung atau membentuk lingkaran, memberi kesan manis
Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Pola Lantai:
Bentuk pola lantai
Makna yang ingin disampaikan melalui pola lantai
Jumlah penari
Bentuk dan luas ruangan tempat menari
Gerakan tari
Unsur Pembentuk Desain Pola Lantai:
Garis-garis tubuh dan tangan-kaki penari
Garis jejak yang ditinggalkan penari di lantai
Properti yang digunakan
Keunikan Gerak dan Pola Lantai: simbolisasi rasa syukur terhadap kemakmuran yang diberikan Tuhan
D.3. Gambar Cerita
Gambar: salah satu bentuk komunikasi visual, mengalami diferensiasi klasifikasi yang sering tercampuradukkan karena adanya kerancuan pemahaman karena tidak adanya batasan yang jelas. Istilah tersebut antara lain: komik, kartun, dan karikatur.
Gambar Cerita: gambar yang menceritakan suatu adegan/peristiwa dan disesuaikan dengan tema cerita. Dapat berupa cerita bergambar, karikatur, komik, atau kartun; dapat berdiri sendiri atau gabungan beberapa objek; dapat diberi warna atau hanya hitam putih; dapat dibuat secara manual (gambar tangan) atau digital.
Gambar Cerita ditemukan di:
Buku cerita, majalah, buku pelajaran
Poster dan brosur
Petunjuk cara penggunaan barang
Fungsi Gambar Cerita:
Memperjelas alus atau isi cerita
Memperjelas isi pesan dalam promosi suatu barang
Menarik perhatian
Menambah nilai artistik/keindahan
Sarana untuk mengungkapkan perasaan penggambarnya
E. IPA
Air: kebutuhan pokok makhluk hidup yang termasuk sumber daya alam dapat diperbarui, berfungsi untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, mandi, mencuci, memasak, dan lain- lain.
Sumber Air: sungai, danau, laut, samudra, mata air
Jenis-jenis Air:
1. Air Permukaan: berada di atas permukaan tanah dan dapat dilihat
Perairan Darat: rawa-rawa, danau, sungai
Perairan Laut: air laut, samudra
2. Air Tanah: air yang berada dalam lapisan bebatuan atau lapisan tanah di bawah permukaan tanah
Siklus Hidrologi: siklus yang dilalui air untuk bersirkulasi dari atmosfer menuju bumi dan kembali lagi ke atmosfer
Tahapan Siklus Hidrologi:
Evaporasi: berubahnya zat cair menjadi uap air
Transpirasi: penguapan air dari tumbuhan melalui stomata
Kondensasi: perubahan wujud dari uap air menjadi titik-titik air
Presipitasi: segala materi yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi baik dalam bentuk cair (hujan) atau padat (salju)
Inflitrasi: peresapan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah
Perkolasi: proses mengalirnya air ke bawah secara gravitasi, dari lapisan tanah yang satu ke lapisan tanah di bawahnya
Run Off (Limpasan): proses pergerakan air dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah di permukaan bumi
Manfaat Siklus Hidrologi:
Air hujan yang meresap ke tanah dapat menyuburkan tanah dan disimpan sebagai sumber mata air bersih yang mengalir ke sungai dan danau
Air hujan yang jatuh di hutan tertahan oleh pohon, air menetes ke dalam tanah atau mengalir melalui permukaan batang sehingga tanah tidak terkikis
Gangguan terhadap Siklus Hidrologi:
Hutan gundul, menyebabkan air tidak terserap ke tanah dan langsung mengalir ke sungai/danau
Banjir dan tanah longsor, cadangan air di dalam tanah berkurang sehingga air di sungai dan danau semakin sedikit
Cara Melestarikan Air:
Menggunakan air secukupnya sesuai kebutuhan
Tidak membuang sampah dan limbah ke air
Meningkatkan kesadaran bahwa air sangat penting dan harus dijaga keberadaannya
Perbanyak menanam pohon
Menjaga kelestarian hutan
Rangkuman ini mengacu kepada Modul Tematik SD terbitan CV. Bina Pustaka, Depok.
Membantu untuk belajar anak" , terimakasih 🙏
sangat membantu