top of page

Panas dan Perpindahannya | Tema 6 Kelas 5 SD Semester 2

  • Writer: Dita Nadya Ardiyani
    Dita Nadya Ardiyani
  • Jan 29, 2020
  • 4 min read

Updated: Jun 9, 2020

Hai, waktunya belajar rangkuman materi Tema 6 Kelas 5 SD, nih!


Sesuai dengan judul tema, tema kali ini akan banyak membahas materi IPA. Tenang, masih diselingi dengan materi lain seperti PPKN, IPS, Bahasa Indonesia, dan SBdP, kok.


Namun, agar belajarnya lebih komplit dan menyeluruh, mulai tema 6 ini rangkumannya akan digabung untuk seluruh subtema! Jadi, tidak perlu pindah-pindah artikel lagi, deh.


Yuk, kita mulai!

 

A. Bahasa Indonesia


A.1. Teks Eksplanasi


Teks Eksplanasi: teks yang berisi tentang proses bagaimana suatu kejadian bisa terjadi,

bertujuan untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya agar pembaca

memahami fenomena yang dibahas.


Ciri-ciri Khusus Teks Eksplanasi:

  1. Struktur terdiri atas pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.

  2. Memuat informasi berdasarkan fakta.

  3. Memuat informasi yang bersifat ilmiah (terkait dengan ilmu pengetahuan).

Ciri-ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi:

  1. Fokus pada hal umum.

  2. Menggunakan istilah ilmiah.

  3. Lebih banyak menggunakan kata kerja aktif.

  4. Menggunakan kata hubung penunjuk waktu dan sebab-akibat, seperti: jika, bila, sehingga, sebelum, setelah.

  5. Menggunakan kalimat pasif.

Struktur Teks Eksplanasi:

  1. Pernyataan Umum: pernyataan tentang suatu topik yang akan dijelaskan dalam teks.

  2. Urutan Sebab Akibat: detail penjelasan proses kejadian tentang topik yang disajikan secara urut dari awal hingga akhir.

  3. Interpretasi: kesimpulan tentang topik dan proses yang telah dijelaskan.

A.2. Cerita Anak


Cerita: rangkaian peristiwa yang disampaikan, baik berupa kejadian nyata (nonfiksi) atau khayalan (fiksi).


Cerita Anak: cerita yang mampu dipahami anak, bertujuan untuk mengembangkan daya pikir

dan imajinasi anak


Ciri-ciri Cerita Anak:

  1. Bahasanya mudah dipahami anak-anak

  2. Temanya tentang dunia anak-anak, kadang diselingi fabel (cerita binatang)

  3. Banyak menggunakan khayalan

A.3. Akronim dan Singkatan


Akronim: bentuk singkatan berupa gabungan huruf, gabungan suku kata, ataupun gabungan

bagian lain yang ditulis dan diucapkan sebagai kata yang wajar (tidak dieja)


Jenis Akronim:

  1. Dibentuk dari huruf pertama awal kata. Contoh: KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia)

  2. Dibentuk dari suku kata atau penggalan kata. Contoh: Satpam (satuan pengamanan)

  3. Dibentuk dari huruf awal suku kata atau penggalan kata. Contoh: Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga)

Contoh-contoh Akronim dan Kepanjangannya:

  1. Rudal: Peluru Kendali

  2. Siskamling: Sistem Keamanan Lingkungan

  3. Kemdikbud: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

  4. Tilang: Bukti Pelanggaran

  5. Posyandu: Pos Pelayanan Terpadu

B. IPS


B.1. Peran Warna Negara dalam Pembangunan Nasional


Peran Warga Negara dalam Pembangunan Ekonomi:

  1. Memberi masukan agar politik ekonomi mampu mewujudkan demokrasi ekonomi sehingga rakyat sejahtera.

  2. Memberi masukan untuk mengatasi pengangguran.

  3. Menciptakan sektor ekonomi produktif, dalam bentuk jasa, barang, transportasi, dan komunikasi.

  4. Menciptakan produk unggulan yang inovatif, kreatif, dan kompetitif.

  5. Kesadaran membayar pajak secara teratur.

Peran Warga Negara dalam Kegiatan Sosial Budaya

  1. Menunjukkan prestasi belajar sebagai pelajar.

  2. Menjauhkan diri dari perbuatan melanggar hukum.

  3. Selalu disiplin dan produktif dalam beraktivitas positif.

B.2. Permasalahan di Masyarakat


Beberapa Permasalahan dalam Masyarakat yang Memengaruhi Pembangunan Nasional:

  1. Masalah Gizi: Tingkat gizi rendah melahirkan generasi muda dan sumber daya manusia yang tidak berkualitas sehingga mengganggu kelangsungan berbagai pembangunan nasional.

  2. Kemiskinan: Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pokok sehingga mengalami kesulitan dalam setiap langkah hidup, umumnya disebabkan oleh pendidikan rendah, terbatasnya modal, dan terbatasnya lapangan kerja.

  3. Pengangguran: Tidak memiliki pekerjaan, sedikit banyak terjadi sebagai dampak dari masalah gizi dan kemiskinan yang telah disebutkan sebelumnya.

Dampak Permasalahan Masyarakat terhadap Pembangunan Nasional:

  1. Lahirnya generasi muda yang tidak berkualitas akibat gizi buruk.

  2. Terhambatnya pembangunan akibat adanya kemiskinan.

  3. Pendapatan nasional menurun.

  4. Tingkat kemakmuran rendah karena pendapatan masyarakat rendah.

  5. Naiknya angka kriminalitas yang membuat tingkat investasi menurun.

B.3. Interaksi Sosial


Interaksi Sosial: hubungan sosial yang menyangkut hubungan antarindividu, individu dengan

kelompok, dan kelompok dengan kelompok.


Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Pembangunan Nasional:

  1. Ekonomi: kerja sama dalam kegiatan ekonomi.

  2. Sosial Budaya: akulturasi budaya yang diterapkan pada seni bangunan dan upacara adat.

C. PPKN


Tanggung Jawab:

  1. Wujud kesadaran akan kewajiban

  2. Kesiapan menerima serta menanggung segala akibat yang dihasilkan dari kegiatan atau kewajiban yang dilakukan oleh dirinya sendiri

  3. Setiap manusia memiliki tanggung jawabnya masing-masing dan berbeda dari orang lain.

  4. Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sebaik mungkin.

  5. Salah satu ciri manusia dewasa adalah bertanggung jawab.

Contoh Tanggung Jawab dalam Kehidupan Sehari-hari:

  1. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

  2. Membuang sampah pada tempatnya.

  3. Mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan.

  4. Ikut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

  5. Menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

  6. Menjaga dan merawat fasilitas umum.

Contoh Tanggung Jawab di Sekolah:

  1. Kepala Sekolah: memimpin sekolah dan membuat program-program sekolah.

  2. Guru: mendidik siswa dan menjalankan program yang ditetapkan.

  3. Penjaga Sekolah: menjaga kebersihan dan bersama satpam menjaga keamanan sekolah.

  4. Siswa: belajar sungguh-sungguh, ikut memelihara kebersihan sekolah, dan menaati tata tertib sekolah.

Contoh Tanggung Jawab sebagai Anggota Masyarakat:

  1. Ikut serta dalam kegiatan di masyarakat.

  2. Berperan dalam siskamling.

  3. Menghormati orang tua di dalam masyarakat.

  4. Menjaga kebersihan lingkungan masyarakat.

D. SBdP


Gambar Cerita (Ilustrasi): Gambar yang mendeskripsikan adegan atau peristiwa yang dijelaskan

dalam cerita.


Fungsi Gambar Cerita:

  1. Memperjelas alur atau isi cerita.

  2. Memperjelas isi pesan dalam promosi barang.

  3. Menarik perhatian.

  4. Menambah nilai artistik.

  5. Sarana mengungkapkan perasaan.

  6. Menambah daya tarik cerita.

  7. Memberi penguatan pada tokoh dalam cerita.

  8. Menghiasi halaman buku, majalah, atau surat kabar.

Objek Gambar Cerita:

  1. Disesuaikan dengan tema cerita dan tokoh.

  2. Dapat dibuat berwarna atau hitam putih saja.

  3. Dapat dibuat secara manual atau digital.

Langkah Membuat Gambar Cerita:

  1. Tentukan tema yang akan digunakan.

  2. Buat sketsa gambar sesuai tema pada kertas gambar menggunakan pensil.

  3. Warnai sketsa gambar dengan pensil warna, cat warna, krayon, atau spidol.

E. IPA


E.1. Suhu dan Kalor


Suhu: Derajat panas dinginnya suatu benda


Kalor (Panas) : Salah satu bentuk energi yang bisa berpindah karena perbedaan suhu, yaitu

berpindah dari benda bersuhu tinggi (panas) ke benda bersuhu rendah (dingin).


Fungsi Kalor:

1. Menaikkan atau menurunkan suhu zat.

  • Melepaskan kalor (kalor berkurang): didinginkan (suhu turun)

  • Menerima kalor (kalor bertambah): dipanaskan (suhu naik)

2. Mengubah wujud zat (mencair, menguap, membeku, dll) ketika mencapai suhu tertentu.

  • Padat → Cair : Mencair

  • Cair → Padat: Membeku

  • Cair → Gas: Menguap

  • Gas → Cair: Mengembun

  • Padat → Gas: Menyublim

  • Gas → Padat: Mengkristal (deposisi)

E.2. Perpindahan Kalor


Prinsip Perpindahan Kalor: Besar kalor yang dilepas sama dengan kalor yang diterima.


Jenis Benda Berdasarkan Kemampuan Menghantar Kalor:

  1. Konduktor: Benda yang dapat menghantarkan kalor dengan baik. Contoh: besi, aluminium

  2. Isolator: Benda yang tidak dapat menghantarkan kalor dengan baik. Contoh: kain, kayu

Cara Perpindahan Kalor:

  1. Konduksi (hantaran): perpindahan kalor melalui perantara tanpa diikuti perpindahan partikel zat perantaranya.

  2. Konveksi (aliran): perpindahan kalor melalui perantara dengan diikuti perpindahan partikel zat perantaranya.

  3. Radiasi (pancaran): perpindahan kalor tanpa melalui perantara, biasanya disertai cahaya.

Contoh Perpindahan Kalor:

  1. Konduksi: sendok besi yang ikut panas setelah digunakan untuk mengaduk teh panas.

  2. Konveksi: terjadinya angin darat dan angin laut.

  3. Radiasi: pancaran sinar dan panas matahari ke bumi.

Penerapan Perpindahan Kalor dan Kemampuan Menghantar Kalor pada Alat Rumah Tangga:

  1. Termos: mengisolasi ruang dalam termos dengan cara mencegah konduksi, konveksi, radiasi menggunakan dinding permukaan berlapis perak dan ruang hampa.

  2. Setrika: menggunakan bahan konduktor di bagian bawah untuk memanaskan pakaian dan menggunakan bahan isolator di gagangnya agar tangan tidak merasa panas.

Tips:

  • Gunakan bahan isolator tambahan saat akan memegang/mengangkat benda yang panas. Contoh: kain lap

  • Manfaatkan bahan bersifat konduktor jika ingin alat berfungsi baik untuk menghantarkan panas. Contoh: bahan aluminium untuk panci masak.

 

Rangkuman ini mengacu kepada Modul Tematik SD terbitan CV Bina Pustaka, Depok.


Tema lain di Kelas 5 SD Semester 2:


Comments


bottom of page