Penemu dan Manfaatnya | Tema 3 Subtema 2 Kelas 6 SD Semester 1
- Dita Nadya Ardiyani
- Aug 25, 2021
- 3 min read
Tema 3 Subtema 1 sudah selesai, lanjut ke Subtema 2, yuk! Tetap baca lagi rangkuman lain yang berhubungan, ya :)
A. Bahasa Indonesia
Awalan me-: mengubah kata kerja dasar menjadi predikat dalam kalimat aktif tanpa mengubah makna
Variasi Bentuk Awalan me-: tergantung kata dasar dan makna yang akan dibentuk
me- (contoh: me-lukis = melukis)
men- (contoh: me-daki ditambahkan n = mendaki)
meng- (contoh: me-ganggu ditambahkan ng = mengganggu)
meny- (contoh: me-sontek, s lebur jadi ny = menyontek)
mem- (contoh: me-bawa ditambahkan m = membawa)
menge- (contoh: me-rem ditambahkan nge = mengerem)
Bermain Peran: permainan pendidikan untuk menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku, dan nilai untuk menghayati perasaan, sudut pandang, dan cara berpikir orang lain
Hal yang Harus Diperhatikan dalam Bermain Peran:
1. Identifikasi masalah dengan memotivasi para siswa
2. Memilih tema
3. Menyusun skenario pembelajaran
4. Pemeranan
5. Tahapan diskusi dan evaluasi
6. Melakukan pemeranan ulang, diskusi, dan evaluasi
7. Membagi pengalaman dan menarik generalisasi
B. IPS
Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya:
1. Timbunan kebudayaan dan penemuan baru
2. Perubahan jumlah penduduk
3. Terjadinya pemberontakan atau revolusi: dapat bersumber dari luar masyarakat
4. Sistem terbuka lapisan masyarakat
5. Pertentangan atau konflik
6. Sistem pendidikan formal dan maju
7. Orientasi ke masa depan
8. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
9. Akulturasi: pertemuan dua kebudayaan yang berbeda dan saling mempengaruhi
10. Asimilasi: perpaduan dua kebudayaan berbeda secara berangsur-angsur sehingga memunculkan budaya baru
Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya:
1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
2. Hambatan yang bersifat ideologis
3. Sikap masyarakat yang sangat tradisional
4. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat
5. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat
6. Adat atau kebiasaan
7. Rasa takut dengan adanya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
Dampak Positif Perubahan Sosial Budaya:
1. Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional
2. Memunculkan ide budaya baru yang sesuai perkembangan zaman
3. Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal
4. Terciptanya penemuan baru yang membantu aktivitas manusia
Dampak Negatif Perubahan Sosial Budaya:
1. Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman, baik pola pikir maupun pola kehidupan
2. Tergesernya bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang kadang tidak sesuai kaidah budaya nasional
3. Lunturnya kaidah-kaidah atau norma budaya lama, misalnya lunturnya kesadaran bergotong- royong di dalam kehidupan masyarakat kota
4. Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang semakin kompleks
C. PPKN
Dampak Jika Kewajiban Tidak Berjalan Baik:
1. Hak tidak bisa didapatkan
2. Terjadi kecemburuan sosial
3. Terjadi konflik
4. Tidak dihargai oleh orang lain
D. SBdP
Tangga Nada Minor: tangga nada dengan pola interval 1-½-1-1-½-1-1
Ciri Tangga Nada Minor:
1. Bersifat sedih
2. Kurang bersemangat
3. Diawali dan diakhiri dengan nada la (Do=A)
Contoh Lagu dengan Tangga Nada Minor: Gugur Bunga, Syukur
Alat Musik Melodis: alat musik yang membunyikan melodi (nada), contoh: piano, recorder
E. IPA
Jenis Rangkaian Listrik Berdasarkan Kondisinya:
1. Rangkaian Listrik Terbuka: Salah satu bagian rangkaian terbuka (saklar tidak terhubung
dengan rangkaian) sehingga tidak terjadi arus/aliran listrik
2. Rangkaian Listrik Tertutup:
Tidak memiliki pangkal dan ujung, semua bagian terhubung jadi satu rangkaian
Saklarnya tertutup (terhubung dengan rangkaian) sehingga arus dapat mengalir
Jenis Rangkaian Listrik Berdasarkan Susunannya:
1. Rangkaian Seri:
Komponennya disusun secara berderetan di 1 jalur kabel yang sama
Jika satu komponen terganggu, arus listrik menuju komponen lain akan ikut terganggu
Arus yang mengalir sama besar pada tiap bagian (Itot = I1 = I2 = I3, dst)
Tegangan sumber sama dengan penjumlahan tegangan pada tiap bagian (Vs = V1 + V2 + V3, dst)
Hambatan total sama dengan penjumlahan hambatan pada tiap bagian (Rtot = R1 + R2 + R3, dst)
2. Rangkaian Paralel:
Komponennya disusun secara bercabang
Jika ada komponen terganggu, tidak mempengaruhi komponen lain
Arus total sama dengan penjumlahan arus pada tiap cabang (Itot = I1 + I2 + I3, dst)
Tegangan selalu sama pada tiap cabang (Vs = V1 = V2 = V3, dst)
Hambatan total sama dengan jumlah kebalikan dari semua hambatan pada tiap cabang (1/Rtot = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3, dst)
3. Rangkaian Seri-Paralel:
Dalam satu rangkaian terdapat rangkaian seri dan rangkaian paralel
Bagian rangkaian seri dihitung dengan prinsip rangkaian seri, bagian rangkaian paralel dihitung dengan prinsip rangkaian paralel
Arus total, hambatan total, dan tegangan total dihitung dengan menggabungkan hasil hitungan rangkaian seri dan paralel
Rangkuman ini dibuat dengan mengacu kepada Modul Tematik SD terbitan CV. Bina Pustaka, Depok.
Comments