top of page

Pentingnya Persatuan dan Kesatuan | Tema 2 Subtema 2 Kelas 6 SD Semester 1

  • Writer: Dita Nadya Ardiyani
    Dita Nadya Ardiyani
  • Jul 21, 2021
  • 3 min read

Updated: Jul 23, 2021

Pada Tema 2 Subtema 2 ini, adik-adik akan mempelajari tentang adaptasi morfologis dan fisiologis pada tumbuhan dan hewan, tarian kreasi daerah, dan lain sebagainya. Pengantarnya sudah disampaikan juga di subtema sebelumnya, lho.


Agar pemahamanmu lebih kuat, lihat juga rangkuman terkait berikut ini ya!


 

A. Bahasa Indonesia


Kosakata Baku: kata resmi yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)


Fungsi Kamus:


1. Menemukan makna suatu kata

2. Menetapkan pelafalan dan cara pengucapan

3. Menetapkan ejaan penulisan yang benar

4. Mengetahui sinonim (persamaan kata) dan antonim (lawan kata)

5. Penggunaan kata-kata sastra dan peribahasa


Fungsi Imbuhan ter-: pembentuk kata kerja atau kata sifat, tidak memiliki objek (intransitif)


Contoh Kalimat dan Makna Imbuhan -ter:


1. Menyatakan suatu keadaan

  • Barang berharganya ia simpan di tempat tersembunyi.

  • Pohon pepaya itu tertanam di halaman rumahnya.

2. Menyatakan sesuatu yang paling

  • Sinta adalah siswa terbaik di kelasnya.

  • Pada hari itu, kenaikan kasus baru COVID-19 mencapai angka tertinggi.

3. Menyatakan perbuatan yang tidak disengaja

  • Kakinya tertendang oleh adik sehingga ia menjerit kesakitan.

  • Buku pelajarannya tertinggal di rumah dan ia baru sadar saat sudah berada di sekolah.

4. Menyatakan sesuatu yang dapat di

  • Bau masakan itu tercium sampai ke sini.

  • Suara anjing itu terdengar menyayat hati.

5. Menyatakan perbuatan yang tiba-tiba

  • Ketika melihat rumah itu, dia langsung teringat pada masa lalunya.

  • Ia seketika terkejut saat mendengar kabar tersebut.

B. IPS


Makna Proklamasi Kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia:


1. Puncak perjuangan bangsa Indonesia: berhasil membebaskan diri dari penjajahan

2. Pengakuan kemerdekaan Indonesia secara de facto dan de jure:

  • De Facto: kemerdekaan berdasarkan kenyataan bahwa terjadi proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945

  • De Jure: pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh negara lain, yaitu Mesir

3. Menaikkan martabat bangsa

4. Memulai perjuangan sebagai negara baru

5. Tonggak sejarah negara Indonesia


C. PPKN


Persatuan dan Kesatuan bangsa Indonesia: persatuan dan kesatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia


Persatuan: didorong oleh semangat untuk bebas, merdeka, dan berdaulat


Manfaat Membina Persatuan dan Kesatuan:


1. antarsesama lebih rukun dan akrab

2. Terwujudnya sikap saling mencintai dan saling membantu

3. Gotong royong dapat dilaksanakan dengan baik

4. Perbedaan yang ada dapat diatasi dengan penuh kesadaran

5. Terwujudnya kehidupan yang serasi, selaras, dan seimbang antarsesama

6. Pembangunan nasional berjalan lebih baik dan lancar


Cara Memelihara Semangat Persatuan dan Kesatuan di Lingkungan Keluarga:


1. Mengakui keberadaan dan fungsi tiap anggota keluarga

2. Adanya keterbukaan antaranggota keluarga

3. Tidak memaksakan kehendak kepada anggota keluarga lain

4. Saling mencintai sesama anggota keluarga

5. Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira


Cara Memelihara Semangat Persatuan dan Kesatuan di Lingkungan Sekolah:


1. Menaati peraturan dan tata tertib sekolah

2. Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan suku, ras, agama, antargolongan (SARA)

3. Menghindari perselisihan atau pertengkaran antar warga sekolah

4. Menjaga nama baik sekolah

5. Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam bergaul

6. Melaksanakan upacara bendera dengan tertib, disiplin, dan khidmat

D. SBdP


Tema dalam Tarian: gagasan penata tari (koreografer) yang ingin disampaikan kepada penonton yang dituangkan dalam bentuk gerak tarian yang indah


Jenis Tema Tarian Kreasi Daerah:


1. Dramatik: menggunakan cerita, bisa dilakukan satu, dua, atau banyak penari

  • Berdialog: menggunakan bahasa tembang/prosa

  • Tanpa Dialog

2. Nondramatik: tidak menggunakan cerita tetapi menggambarkan sesuatu

3. Heroik: berbentuk perang yang menggambarkan kegagahan dan keperwiraan

4. Erotik: menggambarkan kisah antara pria dan wanita, dapat ditarikan sendiri atau

berpasangan

5. Pantomime/Mimitis: meniru gerak orang atau menggambarkan aktivitas manusia


Pola Lantai: pola denah yang dilakukan penari dengan perpindahan, pergerakan, dan pergeseran posisi


Contoh Pola Lantai pada Tari Kreasi Daerah:


1. Tari Piring: garis lengkung dan membentuk lingkaran

2. Tari Saman: garis lurus

3. Tari Pendet: garis lengkung

4. Tari Kecak: garis lengkung dan membentuk lingkaran

5. Tari Jaipong: garis lurus dan zig-zag

6. Tari Bedhaya Ketawang: gawang montor mabur (pesawat terbang)

7. Tari Lengger: garis lurus


E. IPA


E.1. Adaptasi pada Hewan


Adaptasi Fisiologi: penyesuaian fungsi alat tubuh dan tidak dapat dilihat oleh mata


Adaptasi Fisiologi pada Ikan: gurat sisi pada tubuhnya untuk mengetahui tekanan air


Adaptasi Tingkah Laku: berhubungan dengan tindakan untuk adaptasi atau mempertahankan diri di lingkungannya


Contoh Adaptasi Tingkah Laku:


1. Bunglon: mengubah warna tubuh sesuai lingkungannya (mimikri)

2. Cumi-cumi: menyemprotkan tinta saat terancam

3. Cicak: memutuskan ekornya (autotomi)


E.2. Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan


Contoh Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan:


1. Teratai:

  • Daun tipis: tumbuhan ringan dan tidak banyak menyimpan air

  • Daun lebar: jumlah stomata banyak sehingga penguapan berlangsung lebih cepat

  • Hidrofit: tumbuhan yang hidup di air sehingga harus mengurangi air yang terserap


2. Kaktus:

  • Daun berbentuk duri: penampangnya sempit sehingga mengurangi penguapan

  • Akar serabut dan panjang: mampu menjangkau sumber air yang jauh

  • Xerofit: tumbuhan yang hidup di daerah kering sehingga harus memperbanyak penyimpanan air

3. Talas:

  • Daun lebar: jumlah stomata banyak sehingga penguapan lebih cepat

  • Higrofit: tumbuhan yang hidup di daerah lembab sehingga kadar air harus diseimbangkan

4. Pohon Pinus:

  • Daun kecil dan panjang: mengurangi tekanan dari angin yang berhembus

5. Bakau:

  • Akar Tunjang: menyangga berdirinya batang sekaligus alat bantu penyerapan oksigen


Contoh Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan:


1. Kaktus: batang berlapis lilin dan daun berbentuk duri untuk mengurangi penguapan

2. Bunga Teratai: daun lebar dan tipis untuk mempercepat penguapan

3. Padi: batang berongga sehingga dapat bertahan hidup di air

4. Batang Kangkung: batang berongga sehingga dapat bertahan hidup di air

5. Daun Pisang: lebar dan tipis serta dilapisi zat lilin

6. Tumbuhan Paku (Pakis): daun muda menggulung untuk beradaptasi di tempat lembab

7. Bakau: akar gantung untuk pernapasan di air

8. Polong-polongan: daunnya menutup di siang hari untuk mengurangi penguapan

9. Kelapa: hidup di tepi pantai, memiliki biji yang licin dan keras

10. Bunga Tumbuhan Dikotil: mahkota yang indah untuk menarik perhatian serangga

 

Rangkuman ini dibuat dengan mengacu kepada Modul Tematik SD terbitan CV. Bina Pustaka, Depok.


Comentarios


bottom of page