Hai! Tema 1 sudah selesai kita pelajari. Yuk, kita masuk ke Tema 2 Subtema 1 :D
Jangan lupa pelajari juga subtema terkait di link berikut ya:
A. Bahasa Indonesia
Kata Tanya: kata yang dipakai dalam kalimat tanya untuk menanyakan sesuatu, baik itu orang,
benda, waktu, tempat, cara, alasan, dsb
Jenis Kata Tanya:
1. Apa: menanyakan suatu benda/hal yang memiliki penjelasan atau definisi tertentu
Contoh: Apa saja barang yang kamu bawa di dalam tas?
2. Siapa: menanyakan tentang seseorang yang memiliki penjelasan atau definisi tertentu
Contoh: Siapa yang mengantar Ibu pulang ke rumah?
3. Kapan: menanyakan waktu terjadinya sesuatu
Contoh: Kapan kamu lahir?
4. Di mana: menanyakan tempat terjadinya sesuatu atau tempat berdiamnya suatu benda
Contoh: Di mana tempat kamu tinggal?
5. Mengapa: menanyakan alasan suatu tindakan yang dilakukan atau yang terjadi
Contoh: Mengapa Ayah pergi pagi-pagi sekali?
6. Bagaimana: menanyakan cara terjadinya sesuatu atau kondisi suatu hal
Contoh: Bagaimana bisa hal itu terjadi?
Kalimat Efektif: susunan kata yang mengikuti kaidah kebahasaan yang baik dan benar menurut
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) sehingga mudah dipahami dan tidak bertele-
tele
Paragraf Rumpang: paragraf yang salah satu kalimatnya kosong sehingga kehilangan makna
keseluruhan
Langkah Melengkapi Paragraf Rumpang:
Mengisi kalimat yang maknanya sesuai dan berhubungan dengan kalimat sebelum serta sesudahnya
Pastikan kalimatnya tidak keluar dari topik utama yang dibahas dalam paragraf
Imbuhan: kata tambahan yang ditambahkan pada kata dasar, bisa berupa awalan (di depan kata),
sisipan (di tengah kata), akhiran (di belakang kata), maupun awalan-akhiran (di depan
dan belakang kata)
Fungsi Awalan ber-: pembentuk kata kerja atau kata sifat
Ciri Kata Kerja Berawalan ber-:
Kalimatnya tidak memiliki objek (intransitif)
Dapat memiliki pelengkap atau keterangan (sesuatu yang menjelaskan kata kerja, bukan berupa benda/orang)
Kalimatnya tidak dapat dipasifkan
B. IPS
Upaya Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia:
1. BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia):
Jenderal Kuniaki Koiso (Perdana Menteri Jepang) pada 7 September 1944 mengumumkan bahwa Indonesia akan dimerdekakan setelah Jepang memenangkan perang Asia Timur Raya
BPUPKI (Jepang: Dokuritsu Junbi Cosakai) dibentuk pada 1 Maret 1945 oleh Kumakici Harada
Tujuan: Mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting untuk mendirikan negara Indonesia
Anggota BPUPKI: 63 orang
Ketua: Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat
Ketua Muda I: R.P. Suroso
Ketua Muda II: Ichibangase
Sidang pertama: 28 Mei 1945 di Gedung Cuo Sangi In
2. PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia):
PPKI (Jepang: Dokuritsu Junbi Inkai) dibentuk pada 7 Agustus 1945
Anggota PPKI: 21 orang
Ketua: Ir. Soekarno
Wakil Ketua: Drs. Moh. Hatta
Penasihat: Mr. Achmad Soebardjo
Anggota lain: Wiranatakusumah, Ki Hajar Dewantara, Sayuti Melik
Perselisihan antara golongan muda dan golongan tua: Peristiwa Rengasdengklok
23 Agustus 1945: berdirinya Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI), Badan Keamanan Rakyat (BKR)
Peristiwa Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia:
1. Peristiwa Rengasdengklok:
Setelah Jepang kalah oleh Sekutu, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan
Golongan tua menolak karena tidak mau terburu-buru, sementara golongan muda tetap bersikeras agar Indonesia segera merdeka dengan usaha sendiri
Untuk menjauhkan golongan tua dari pengaruh Jepang, golongan muda membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok
Saat Soekarno-Hatta di Rengasdengklok, golongan tua dan muda yang masih di Jakarta berdiskusi dan diputuskan bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan 17 Agustus 1945
Yusuf Kunto (golongan muda) mengantar Achmad Soebardjo (golongan tua) untuk menjemput Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok
2. Perumusan Teks Proklamasi
Pada 16 Agustus 1945 pukul 02.00 pagi, Bung Karno memimpin rapat perumusan teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda, Jakarta
Golongan muda mengusulkan agar proklamasi cukup ditandatangani oleh Soekarno-Hatta sebagai perwakilan bangsa Indonesia
Sayuti Melik bertugas sebagai pengetik teks proklamasi
C. PPKN
Makna Penting Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia:
Menjalin rasa kebersamaan dan saling melengkapi antara satu dengan yang lain
Menjalin rasa kemanusiaan dan sikap saling toleransi serta keharmonisan untuk hidup berdampingan
Menjalin rasa persahabatan, kekeluargaan, dan tolong-menolong serta sikap nasionalisme
Prinsip Terkait Makna Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia:
Bhinneka Tunggal Ika
Nasionalisme Indonesia
Kebebasan yang bertanggung jawab
Wawasan nusantara
Persatuan pembangunan untuk mewujudkan cita-cita reformasi
Arti Penting Persatuan dan Kesatuan: sebagai alat mewujudkan cita-cita proklamasi
kemerdekaan, yaitu masyarakat adil dan makmur
D. SBdP
Seni Tari: gerak dinamis dan berirama yang memberikan nuansa tertentu kepada penonton
Unsur dalam Tari:
1. Wiraga: dasar keterampilan gerak penari yang dihasilkan oleh bagian tubuh
2. Wirama: pola untuk mencapai gerakan yang harmonis, mengandung pengaturan dinamika
seperti aksen dan tempo
Wirama Tandak: wirama yang tetap dan murni dengan ketukan dan aksen teratur
Wirama Bebas: tidak selalu memiliki ketukan dengan aksen berulang dan teratur
3. Wirasa: tingkatan penghayatan dan penjiwaan tarian yang diekspresikan melalui gerak
tubuh dan mimik wajah
4. Wirupa: hal-hal yang dilihat penonton dari diri penari, seperti make up dan kostum
Tari Kreasi Daerah: bentuk gerak tari baru yang dirangkai dari perpaduan gerak tari tradisional
kerakyatan dengan tradisional klasik dan bisa berasal dari daerah berbeda
E. IPA
E.1. Adaptasi Makhluk Hidup
Adaptasi: penyesuaian diri dengan lingkungan hidup, untuk memperoleh makanan dan
melindungi diri dari ancaman. Berbeda karakteristik lingkungan maka akan berbeda
pula cara adaptasinya
Habitat: lingkungan tempat tinggal makhluk hidup
Jenis-jenis Adaptasi Makhluk Hidup:
Adaptasi Morfologi: penyesuaian bentuk atau alat-alat tubuh untuk mendapatkan makanan dan menyesuaikan habitatnya, contoh: bentuk paruh, bentuk kaki
Adaptasi Fisiologi: penyesuaian fungsi alat tubuh dan tidak dapat dilihat oleh mata
Adaptasi Tingkah Laku: berhubungan dengan tindakan untuk adaptasi atau mempertahankan diri
E.2. Adaptasi Morfologi pada Hewan
Contoh Adaptasi Morfologi pada Hewan:
1. Bentuk paruh dan kaki burung:
Burung elang: paruh runcing, agak panjang, ujung agak membengkok (pemakan daging). Kaki pendek, cakar sangat kuat (untuk mencengkeram)
Bebek: paruh pangkalnya berbentuk seperti sisir (menyaring makanan dari air dan lumpur). Kakinya ruas jari berselaput (untuk berenang dan berjalan di tanah berlumpur)
Burung pipit: paruh pendek, tebal, runcing (memecah biji-bijian). Kakinya tiga jari ke depan, satu ke belakang (untuk berjalan dan hinggap)
Burung pelatuk: paruh runcing agak panjang (memahat kayu pohon). Kakinya dua jari ke depan, dua jari ke belakang (untuk memanjat)
2. Mulut serangga:
Mulut penggigit: rahang atas dan bawah yang kuat, contoh: jangkrik, belalang
Mulut penghisap dan penjilat: memiliki bibir untuk menjilat, contoh: lalat, lebah madu
Mulut penusuk dan penghisap: rahang runcing dan panjang, contoh: nyamuk
Mulut penghisap: mempunyai alat penghisap seperti belalai dan dapat digulung,
contoh: kupu-kupu
Rangkuman ini dibuat dengan mengacu kepada Modul Tematik SD terbitan CV. Bina Pustaka, Depok.
Комментарии