Organ Gerak Hewan dan Manusia | Tema 1 Subtema 1 Kelas 5 SD Semester 1
- Dita Nadya Ardiyani
- Aug 19, 2019
- 3 min read
Updated: Dec 30, 2020
Materi ajar tema 1 untuk kelas 5 SD semester 1 ini terbagi menjadi 3 subtema. Artikel ini membahas khusus mengenai rangkuman subtema 1, untuk subtema lainnya sila klik link di bawah ini:
Selamat belajar!
A. Bahasa Indonesia
Kalimat Efektif: Susunan kata-kata yang mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan
benar.
4 Syarat Utama Kalimat Efektif:
Sesuai ejaan Bahasa Indonesia
Sistematis
Tidak bertele-tele
Tidak ambigu
Kalimat efektif harus mengikuti pola SPOK:
Subjek (S) : pokok kalimat, pelaku utama, berupa kata benda
Predikat (P) : menjelaskan subjek, berupa kata kerja
Objek (O) : keterangan predikat, pihak yang menerima perlakuan, berupa kata benda
Keterangan (K): menjelaskan waktu, tempat, atau cara dan terletak di awal, tengah, atau akhir kalimat
Contoh: Adik menyiram tanaman di halaman rumah.
S P O K
B. IPS
Letak Astronomis Indonesia: 6° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT
Indonesia berada di kawasan iklim tropis dan terletak di belahan timur bumi.
Letak Geografis Indonesia: terletak antara 2 benua (Asia dan Australia) dan 2 samudra
(Samudra Hindia dan Samudra Pasifik)
Kenampakan Alam di Indonesia:
1. Kenampakan Alam Daratan: kenampakan alam yang berada di daratan, tersusun atas
lapisan tanah, cenderung kering dan tidak digenangi air.
Gunung: Daratan yang menjulang tinggi dan umumnya berbentuk kerucut. Contoh: Gunung Semeru (Jawa Timur), Gunung Salak (Jawa Barat)
Pegunungan: Gunung yang berderet-deret menjadi satu rangkaian. Contoh: Pegunungan Bukit Barisan (P. Sumatra), Pegunungan Dieng (Jawa Tengah)
Lembah: Cekungan landai antara dua gunung, dua bukit, atau gunung dan bukit. Contoh: Lembah Baliem (Papua)
Bukit: Daratan yang menjulang tetapi lebih rendah dari gunung. Contoh: Bukit Moko (Jawa Barat)
Tanjung: Daratan yang menjorok ke lautan. Contoh: Tanjung Lesung (Banten)
2. Kenampakan Alam Perairan: kenampakan alam yang tersusun atas kumpulan air dalam
jumlah besar.
Sungai: Air yang mengalir dari hulu (puncak gunung) ke hilir (tepi laut). Contoh: Sungai Musi (Sumatra Selatan), Sungai Kapuas (Kalimantan Barat)
Danau: Cekungan di daratan yang digenangi air, bisa terbentuk secara alami atau dibuat oleh manusia. Contoh danau alami: Danau Maninjau (Sumatra Barat), Danau Tondano (Sulawesi Utara). Contoh danau buatan: Waduk Jatiluhur (Jawa Barat)
Teluk: Lautan yang menjorok ke daratan. Contoh: Teluk Jakarta (DKI Jakarta), Teluk Kiluan (Lampung)
Selat: Laut sempit di antara dua pulau. Contoh: Selat Sunda, Selat Makassar
C. PPKN
Perilaku yang sesuai dengan pengamalan sila-sila Pancasila di rumah:
Melaksanakan ibadah tepat waktu
Saling menghormati
Mendengarkan nasihat orang tua
Menyayangi adik/kakak
Melaksanakan aturan di rumah
Ikut gotong royong membersihkan rumah
D. SBdP
Gambar Cerita: gambar dan teks yang tergabung menjadi satu kesatuan yang mengandung
keindahan dan cerita yang bermakna.
Jenis-jenis Gambar Cerita:
Komik: Gambar yang disusun berurutan dan saling berhubungan.
Karikatur: Gambar yang melebih-lebihkan bagian tertentu dari diri seseorang.
Kartun: Sejenis komik berisi beberapa gambar tokoh dan tulisan, memiliki efek suara (gambar bergerak).
Ilustrasi: Hasil visualisasi dari tulisan dengan teknik gambar, lukis, atau fotografi.
E. IPA
E.1. Sistem Gerak Hewan Berdasarkan Habitatnya
Habitat Hewan:
Hewan darat
Hewan air
Hewan udara (hewan darat yang bisa terbang)
Hewan darat dan air (amfibi)
Sistem Gerak pada Hewan Darat:
Tulang dan otot yang kuat
Kaki ramping dan bersifat elastis
Sistem Gerak pada Hewan Air:
Massa jenis kecil, gaya angkat besar
Bentuk tubuh seperti torpedo
Mengeluarkan gelembung-gelembung udara
Tulang belakang dan otot-otot bersifat fleksibel
Sistem Gerak pada Hewan Udara:
Memiliki bulu, tulang yang kecil dan berongga
Kaki dengan cakar
Rangka, tulang dada, dan otot bersifat ringan dan kuat
Sistem Gerak pada Hewan Amfibi:
Memiliki dua tungkai depan dan dua tungkai belakang
Jari tungkai depan berjumlah 4 buah, jari tungkai belakang berjumlah 5 buah
Tungkai belakang memanjang dan digunakan untuk melompat
E.2. Sistem Gerak Hewan Berdasarkan Ada/Tidaknya Tulang Belakang
Jenis Hewan:
Bertulang belakang (Vertebrata)
Tidak bertulang belakang (Avertebrata)
Sistem Gerak pada Hewan Vertebrata:
Ikan: sirip berpasangan di dada, perut, sekitar anus. Sirip punggung berfungsi untuk pertahanan diri.
Reptil, contoh: ular. Ruas-ruas tulang belakang melekat pada tulang rusuk. Otot bekerja pada tulang dan kulit. Kerjasama antara otot tulang dan kulit membuat ular bergerak.
Burung: Rangka sayap ringan tetapi kuat. Diperkuat oleh tulang dada dan otot-otot yang kokoh. Ekor berfungsi untuk mengendalikan gerakan burung saat terbang.
Amfibi, contoh: katak. Memiliki sendi lutut, bahu, siku, pinggul, pergelangan kaki dan tangan. Tulang kepala sangat ringan dan kuat. Kaki belakang panjang, kaki depan pendek. Tulang belakang dapat menahan berat tubuh.
Mamalia, contoh: kuda. Tulang kokoh dan kuat. Otot-otot elastis dan kuat sehingga kuda dapat berlari kencang. Kaki kuda paling belakang berfungsi untuk memberi dorongan agar kuda dapat maju ke depan.
Rangkuman ini mengacu kepada Modul Tematik SD terbitan CV Bina Pustaka, Depok.
Comments