top of page

Selamatkan Hewan di Lingkungan Sekitar | Tema 1 Subtema 2 Kelas 6 SD Semester 1

Dita Nadya Ardiyani

Pelajari juga rangkuman terkait subtema ini yaa:


 

A. Bahasa Indonesia


Kamus: buku rujukan yang menerangkan makna kata-kata, berfungsi membantu seseorang

mengenal kosakata baru dan memahami maknanya. Bisa juga mencakup pedoman

sebutan, asal-usul kosakata, dan contoh penggunaannya


Fungsi Tanda Hubung:

1. Menyambung suku-suku kata atau bagian dari kata dasar yang terpisah oleh pergantian

baris atau penulisan kata ulang

2. Menghubungkan dua lambang berbeda dalam tulisan

3. Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan bahasa asing


Penggunaan Tanda Hubung:

1. Menyambung suku kata yang terpotong akibat pergantian baris

Contoh: Selain itu, Adi juga menyumbangkan ba-

ju bekas layak pakai.


2. Menyambung awalan atau akhiran pada penggantian baris

Contoh: Sudah lama ia tidak mem- Ia tak menyerah mencari jawab-

bantu Ibu mencuci piring. an atas segala kebingungannya.


3. Menyambung unsur-unsur kata ulang

Contoh: anak-anak, kupu-kupu, warna-warni


4. Menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian dari penulisan tanggal

Contoh: k-a-l-i-m-a-t

12-Juni-2021


5. Memperjelas hubungan bagian kata/ungkapan dan penghitungan bagian kelompok kata

Contoh: ber-evolusi


6. Merangkaikan se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital

Contoh: se-Asia Tenggara


7. Merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan bahasa asing

Contoh: di-review


B. IPS


Kenampakan Alam Negara ASEAN:


1. Brunei Darussalam:

  • Berbatasan dengan Malaysia di utara Kalimantan

  • Dataran rendah yang pantainya memiliki rawa

  • Adanya perbukitan di daerah pedalaman

  • Wilayah tertinggi: Bukit Pagon

  • Sungai-sungai besar: Batu Apol, Temburong, Tutong, Belalong, Damit

2. Thailand:

  • Batas Negara:

    • Timur: Laos dan Kamboja

    • Selatan: Malaysia dan Teluk Siam

    • Barat: Myanmar dan Laut Andaman

    • Utara: Myanmar dan Laos

  • Didominasi tanah berliku, hutan, dataran tinggi, perbukitan, pegunungan

  • Puncak tertinggi: Gunung Doi Inthanon (2.576 m)

  • Wilayah Geografis Khusus:

    • Timur: hamparan Khorat setinggi 200 m, dibatasi Sungai Mekong

    • Tengah: lembah datar Sungai Chao Phraya yang mengalir ke Teluk Thailand

    • Selatan: Tanah Genting Kra, daratan sempit penghubung Semenanjung Melayu dan daratan Asia

3. Filipina:

  • Negara kepulauan, terdiri atas 7.107 pulau

  • Pulau terbesar: Luzon di utara, Mindanao di selatan

  • Laut terdalam: Palung Mindanao (10.400 m)

  • Puncak tertinggi: Gunung Apo (2.954 m)

  • Sungai utama: Pampanga, Cagayan, & Agno (Luzon), Agusan (Mindanao)

  • Danau utama: Taal & Laguna de Bay (Luzon), Lanao & Mainit (Mindanao)

4. Myanmar:

  • Batas Negara:

    • Timur: Cina, Laos, Thailand

    • Selatan: Thailand

    • Barat: India, Bangladesh

    • Utara: India, Cina

  • Wilayah barat: Pegunungan Arakan, memiliki jurang terjal

  • Pegunungan lain: Naga, Chin, bukit Lushai sebagai perbatasan India-Myanmar

  • Cekung Tengah Myanmar: antara Dataran Tinggi Shan dan Pegunungan Tenasserim, dialiri sungai Irawady, Sittang, Delta Salween, Chindwin

5. Vietnam:

  • Batas Negara:

    • Utara: Cina

    • Barat laut: Laos

    • Barat daya: Kamboja

    • Timur: Laut Cina Selatan

  • Kenampakan didominasi perbukitan, dataran rendah, pegunungan berhutan lebat

  • Puncak tertinggi: Gunung Phan Xi Pang (3.143 m)

  • Bagian utara: tanah tinggi dan Delta Sungai Merah

  • Bagian selatan: pantai, Pegunungan Banjaran Annamite, tanah kurang subur, hutan

6. Kamboja:

  • Batas Negara:

    • Utara: Laos, Thailand

    • Barat: Thailand

    • Selatan: Vietnam

    • Timur: Vietnam

  • Luas wilayah: 181.300 km2

  • Daerah subur: daerah yang dilalui Sungai Mekong

  • Pegunungan utama: Cardamon, sepanjang 160 km, puncak tertinggi 1.813 m

C. PPKN


Pancasila: dasar negara yang memiliki makna dan nilai-nilai luhur dalam setiap sila, karena

setiap butirnya dirumuskan berdasarkan nilai dalam kehidupan pribadi bangsa

Indonesia sejak zaman dahulu kala


D. SBdP


Patung: tergolong seni rupa murni karena diciptakan untuk memenuhi kebutuhan batin dan

dinikmati keindahannya


Bahan Pembuatan Patung:

1. Bahan Lunak: empuk dan mudah dibentuk, seperti tanah liat, lilin, sabun

2. Bahan Sedang: tidak lunak juga tidak keras, seperti kayu mahoni, kayu randu

3. Bahan Keras: keras, bisa berupa kayu atau bebatuan, seperti kayu jati, batu granit

4. Bahan Cetak: diolah dengan cara mencetak, seperti gips, perunggu, kuningan


Alat Pembuatan Patung:

1. Butsir: alat bantu dari kayu dan kawat atau tanah liat


2. Meja Putar: meja berkarya yang dapat diputar untuk mengontrol dan membentuk patung

segala arah


3. Pahat: alat yang menggores bahan dengan cara diketuk palu, disebut ukir untuk kayu, untuk

batu


4. Cetakan: terbuat dari gips, untuk mencetak patung dari bahan cair


5. Sendok Adonan: terbuat dari besi dan kayu, untuk mengambil adonan dan menempelkannya

pada kerangka patung


Teknik Pembuatan Patung:


1. Membentuk: menyusun atau menempel bahan sedikit demi sedikit, dilakukan pada tanah

liat, semen, dan gips


2. Merakit: mengelem atau mengelas potongan-potongan bagian patung, dilakukan pada

potongan karton, kayu, komponen besi/logam


3. Memahat: mengurangi bagian bahan yang tidak dipakai dengan menoreh, menggores,

melubangi, atau mencungkil, dilakukan pada kayu, batu, dan gips yang mengeras


4. Membutsir: mengurangi bahan yang tidak dipakai sedikit demi sedikit menggunakan

semacam pisau berukuran kecil, dilakukan pada sabun, gips lunak, dan lilin


5. Mencetak: membuat model sebagai cetakan yang kemudian diisi dengan bahan cair yang

nantinya akan mengeras, dilakukan pada logam, karet, kaca


6. Menempa: memukul-mukul lembaran atau batangan logam panas hingga menjadi bentuk

yang diinginkan


E. IPA


Perkembangbiakan Vegetatif Buatan: perkembangbiakan tumbuhan yang melibatkan bantuan

manusia


Jenis Perkembangbiakan secara Vegetatif Buatan:

1. Cangkok: Memperbanyak tumbuhan dengan memotong dahan tumbuhan induknya, hanya

dilakukan pada tumbuhan dikotil (biji berkeping dua). Contoh: jeruk, jambu,

mangga, rambutan, durian


2. Menempel: Menempelkan mata tunas dari dua tanaman sejenis yang berbeda sifat,

bertujuan menggabungkan sifat unggul dari dua jenis tumbuhan pada tumbuhan

baru. Contoh: mangga kweni dan mangga harum manis


3. Menyambung/Mengenten: Menggabungkan batang bawah dan batang atas dari dua

tanaman sejenis, bertujuan menggabungkan sifat kuat dan

tahan terhadap perubahan kondisi alam. Contoh: kopi, mangga,

durian


4. Merunduk: melengkungkan ke arah bawah dan menimbun sebagian batang tersebut dengan

tanah, biasanya dilakukan pada tumbuhan yang mempunyai batang berjalur dan

berbuku-buku (beruas-ruas). Contoh: apel, alamanda, selada air


5. Setek: Memotong bagian tumbuhan yang akan disetek untuk ditanam kembali menjadi

tumbuhan baru. Bagian yang disetek antara lain akar, batang, dan/atau daun

 

Rangkuman ini dibuat dengan mengacu kepada Modul Tematik SD terbitan CV. Bina Pustaka, Depok.


Comments


bottom of page