Pelajari juga rangkuman terkait subtema ini yaa:
A. Bahasa Indonesia
Kamus: buku rujukan yang menerangkan makna kata-kata, berfungsi membantu seseorang
mengenal kosakata baru dan memahami maknanya. Bisa juga mencakup pedoman
sebutan, asal-usul kosakata, dan contoh penggunaannya
Fungsi Tanda Hubung:
1. Menyambung suku-suku kata atau bagian dari kata dasar yang terpisah oleh pergantian
baris atau penulisan kata ulang
2. Menghubungkan dua lambang berbeda dalam tulisan
3. Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan bahasa asing
Penggunaan Tanda Hubung:
1. Menyambung suku kata yang terpotong akibat pergantian baris
Contoh: Selain itu, Adi juga menyumbangkan ba-
ju bekas layak pakai.
2. Menyambung awalan atau akhiran pada penggantian baris
Contoh: Sudah lama ia tidak mem- Ia tak menyerah mencari jawab-
bantu Ibu mencuci piring. an atas segala kebingungannya.
3. Menyambung unsur-unsur kata ulang
Contoh: anak-anak, kupu-kupu, warna-warni
4. Menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian dari penulisan tanggal
Contoh: k-a-l-i-m-a-t
12-Juni-2021
5. Memperjelas hubungan bagian kata/ungkapan dan penghitungan bagian kelompok kata
Contoh: ber-evolusi
6. Merangkaikan se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital
Contoh: se-Asia Tenggara
7. Merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan bahasa asing
Contoh: di-review
B. IPS
Kenampakan Alam Negara ASEAN:
1. Brunei Darussalam:
Berbatasan dengan Malaysia di utara Kalimantan
Dataran rendah yang pantainya memiliki rawa
Adanya perbukitan di daerah pedalaman
Wilayah tertinggi: Bukit Pagon
Sungai-sungai besar: Batu Apol, Temburong, Tutong, Belalong, Damit
2. Thailand:
Batas Negara:
Timur: Laos dan Kamboja
Selatan: Malaysia dan Teluk Siam
Barat: Myanmar dan Laut Andaman
Utara: Myanmar dan Laos
Didominasi tanah berliku, hutan, dataran tinggi, perbukitan, pegunungan
Puncak tertinggi: Gunung Doi Inthanon (2.576 m)
Wilayah Geografis Khusus:
Timur: hamparan Khorat setinggi 200 m, dibatasi Sungai Mekong
Tengah: lembah datar Sungai Chao Phraya yang mengalir ke Teluk Thailand
Selatan: Tanah Genting Kra, daratan sempit penghubung Semenanjung Melayu dan daratan Asia
3. Filipina:
Negara kepulauan, terdiri atas 7.107 pulau
Pulau terbesar: Luzon di utara, Mindanao di selatan
Laut terdalam: Palung Mindanao (10.400 m)
Puncak tertinggi: Gunung Apo (2.954 m)
Sungai utama: Pampanga, Cagayan, & Agno (Luzon), Agusan (Mindanao)
Danau utama: Taal & Laguna de Bay (Luzon), Lanao & Mainit (Mindanao)
4. Myanmar:
Batas Negara:
Timur: Cina, Laos, Thailand
Selatan: Thailand
Barat: India, Bangladesh
Utara: India, Cina
Wilayah barat: Pegunungan Arakan, memiliki jurang terjal
Pegunungan lain: Naga, Chin, bukit Lushai sebagai perbatasan India-Myanmar
Cekung Tengah Myanmar: antara Dataran Tinggi Shan dan Pegunungan Tenasserim, dialiri sungai Irawady, Sittang, Delta Salween, Chindwin
5. Vietnam:
Batas Negara:
Utara: Cina
Barat laut: Laos
Barat daya: Kamboja
Timur: Laut Cina Selatan
Kenampakan didominasi perbukitan, dataran rendah, pegunungan berhutan lebat
Puncak tertinggi: Gunung Phan Xi Pang (3.143 m)
Bagian utara: tanah tinggi dan Delta Sungai Merah
Bagian selatan: pantai, Pegunungan Banjaran Annamite, tanah kurang subur, hutan
6. Kamboja:
Batas Negara:
Utara: Laos, Thailand
Barat: Thailand
Selatan: Vietnam
Timur: Vietnam
Luas wilayah: 181.300 km2
Daerah subur: daerah yang dilalui Sungai Mekong
Pegunungan utama: Cardamon, sepanjang 160 km, puncak tertinggi 1.813 m
C. PPKN
Pancasila: dasar negara yang memiliki makna dan nilai-nilai luhur dalam setiap sila, karena
setiap butirnya dirumuskan berdasarkan nilai dalam kehidupan pribadi bangsa
Indonesia sejak zaman dahulu kala
D. SBdP
Patung: tergolong seni rupa murni karena diciptakan untuk memenuhi kebutuhan batin dan
dinikmati keindahannya
Bahan Pembuatan Patung:
1. Bahan Lunak: empuk dan mudah dibentuk, seperti tanah liat, lilin, sabun
2. Bahan Sedang: tidak lunak juga tidak keras, seperti kayu mahoni, kayu randu
3. Bahan Keras: keras, bisa berupa kayu atau bebatuan, seperti kayu jati, batu granit
4. Bahan Cetak: diolah dengan cara mencetak, seperti gips, perunggu, kuningan
Alat Pembuatan Patung:
1. Butsir: alat bantu dari kayu dan kawat atau tanah liat
2. Meja Putar: meja berkarya yang dapat diputar untuk mengontrol dan membentuk patung
segala arah
3. Pahat: alat yang menggores bahan dengan cara diketuk palu, disebut ukir untuk kayu, untuk
batu
4. Cetakan: terbuat dari gips, untuk mencetak patung dari bahan cair
5. Sendok Adonan: terbuat dari besi dan kayu, untuk mengambil adonan dan menempelkannya
pada kerangka patung
Teknik Pembuatan Patung:
1. Membentuk: menyusun atau menempel bahan sedikit demi sedikit, dilakukan pada tanah
liat, semen, dan gips
2. Merakit: mengelem atau mengelas potongan-potongan bagian patung, dilakukan pada
potongan karton, kayu, komponen besi/logam
3. Memahat: mengurangi bagian bahan yang tidak dipakai dengan menoreh, menggores,
melubangi, atau mencungkil, dilakukan pada kayu, batu, dan gips yang mengeras
4. Membutsir: mengurangi bahan yang tidak dipakai sedikit demi sedikit menggunakan
semacam pisau berukuran kecil, dilakukan pada sabun, gips lunak, dan lilin
5. Mencetak: membuat model sebagai cetakan yang kemudian diisi dengan bahan cair yang
nantinya akan mengeras, dilakukan pada logam, karet, kaca
6. Menempa: memukul-mukul lembaran atau batangan logam panas hingga menjadi bentuk
yang diinginkan
E. IPA
Perkembangbiakan Vegetatif Buatan: perkembangbiakan tumbuhan yang melibatkan bantuan
manusia
Jenis Perkembangbiakan secara Vegetatif Buatan:
1. Cangkok: Memperbanyak tumbuhan dengan memotong dahan tumbuhan induknya, hanya
dilakukan pada tumbuhan dikotil (biji berkeping dua). Contoh: jeruk, jambu,
mangga, rambutan, durian
2. Menempel: Menempelkan mata tunas dari dua tanaman sejenis yang berbeda sifat,
bertujuan menggabungkan sifat unggul dari dua jenis tumbuhan pada tumbuhan
baru. Contoh: mangga kweni dan mangga harum manis
3. Menyambung/Mengenten: Menggabungkan batang bawah dan batang atas dari dua
tanaman sejenis, bertujuan menggabungkan sifat kuat dan
tahan terhadap perubahan kondisi alam. Contoh: kopi, mangga,
durian
4. Merunduk: melengkungkan ke arah bawah dan menimbun sebagian batang tersebut dengan
tanah, biasanya dilakukan pada tumbuhan yang mempunyai batang berjalur dan
berbuku-buku (beruas-ruas). Contoh: apel, alamanda, selada air
5. Setek: Memotong bagian tumbuhan yang akan disetek untuk ditanam kembali menjadi
tumbuhan baru. Bagian yang disetek antara lain akar, batang, dan/atau daun
Rangkuman ini dibuat dengan mengacu kepada Modul Tematik SD terbitan CV. Bina Pustaka, Depok.
Comments